Jumat, 19 Oktober 2012

Teori Kepuasan Konsumen


BAB I
PENDAHULUAN

Konsumen merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam dunia ekonomi. Manusia sendiri dapat menjadi produsen dan konsumen dalam waktu yang bersamaan, kemudian sebagai manusia yang dilahirkan dengan hawa nafsu maka kepuasaan dari hal sekecil apapun akan menjadi penting termasuk dalam mengonsumsi sesuatu.
Melalui mikroekonomi islam kepuasaan konsumen dapat dipelajari dengan berbagai pendekatan,seperti adanya preferensi (transitivity) terhadap suatu barang. Kemudian, makalah ini akan menjawab beberapa pertanyaan mengenai teori konsumsi diantaranya:
1.      Bagaimana konsistensi preferensi konsumen dalam mikro islam?
2.      Bagaimana pengaruh kombinasi 2 macam barang dalam teori konsumsi?
3.      Bagaimana konsumsi kombinasi 2 macam barang dengan anggaran biaya tertentu?
4.      Bagaimana perfektif islam mengenai kemaslahatan?
5.      Bagaimana teori permintaan ditinjau dari persfektif islam?
Melalui beberapa pertanyaaan tersebut akan menjawab sebagian permasalahan dalam dunia ekonomi mengenai teori konsumsi dan utility (kepuasan) konsumen dengan perbandingan antara teori konsumsi klasik dan teori konsumsi islam.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsistensi Pereferensi
Dalam setiap perilaku konsumen untuk memaksimumkan kepuasaan, terdapat empat prinsip pilihan rasional, yaitu:
a.       Kelengkapan (Completeness)
Prinsip ini menyatakan bahwa setiap individu pasti akan dapat menentukan barang mana yang lebih ia sukai.
b.      Trasitivitas (Transitivity)
Konsumen memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dalam menentukan pilihannya. Dan prinsip ini memastikan adanya konsistensi internal di dalam diri individu.
c.       Kesinambungan (Continuity)
Prinsip ini menjelaskan bahwa ketika seseorang menyukai produk A maka segala keadaan yang mendekati produk A akan lebih ia sukai.
d.      Lebih banyak lebih baik (The more is better)
Prinsip ini menjelaskan bahwa kepuasaan akan meningkat ketika jumlah barang yang dikonsumsi semakin banyak.
Asumsi ini juga membantu menunjukkan kurva indeferensi, baik menurut teori ekonomi klasik atau teori ekonomi islam.
B.     Kurva Indeferensi
Kurva indeferensi muncul karena adanya preferensi yang menunjukan bahwa kepuasaan tidak dapat dihitung namun hanya bisa dibandingkan. Kurva indeferensi merupakan tempat kedudukan masing-masing titik yang melambangkan kombinasi dua macam komoditas yang memberikan tingkat kepuasaan yang sama. Dalam satu kurva indeferensi setiap titik memiliki kepuasaan yang sama, jika dalam dua kurva yang berbeda memiliki satu titik yang berpotongan maka itu berarti tidak adanya konsistensi dalam kasus tersebut.
Ciri lain Kurva Indeferensi adalah bentuk kurva yang cembung terhadap titik origin (0) dan kemiringannya dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva indeferensi yang cembung ke titik origin menjelaskan kadar penggantian marginal yang menggambarkan besarnya pengorbanan atas konsumsi suatu barang. Bentuk kurva indeferensi sebenarnya dapat menunjukkan berbagai tingkat kesediaan untuk menggantikan suatu barang, diantaranya substitusi sempurna dan komplemen sempurna. Substitusi sempurna akan menunjukan kesediaan seseorang unuk mengganti barang satu dengan barang yang lainnya. Sedangkan komplemen sempurna akan dijelaskan selanjutnya.
C.     Komplemen Sempurna
Komplemen sempurna adalah kasus dimana dua barang yang saling melengkapi. Dan dalam kasus ini substitusi dari barang yang lainnya adalah nol, karena ketika barang satunya tidak ada maka kepuasaan yang ia miliki tidak akan terganti. Contohnya adalah sepatu, ketika sepatu kanan hilang maka ia tidak akan bisa digantikan dengan memilki 2 sepatu kiri begitu juga sebaliknya. Karena saling ketergantungan maka bentuk kurva indeferensi akan berbentuk siku-siku dan tidak lagi berbentuk cembung.
D.    Budget Line
Keinginan untuk memaksimalkan kepuasaan memiliki batasan, yaitu berapa besar dana yang tersedia untuk mencapai kepuasan yang setinggi-tingginya. Kurva Garis Anggaran (budget line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar. Kemiringan dari slope garis anggaran adalah negatif dan ketika kita notasikan garis anggaran dengan BL maka akan muncul persamaan berikut
BL = Px Qx + Py Qy……..(4.1)
Lalu tingkat kepuasan konsumen optimum dapat dicapai oleh seorang konsumen adalah ketika kurva indeferensi bersinggungan dengan garis anggaran.titik ini dikatakan maksimum karena merupakan pertemuan antara tingkat kepuasan yang ingin dicapai dengan anggaran yang tersedia untuk mengonsumsi kedua barang tersebut.
            Tidak hanya kepuasan optimum yang bisa dicapai menggunakan kurva garis anggaran, namun solusi optimal juga bisa didapatkan dengan memperhatikan garis anggaran. Diantaranya:
a.       Memaksimalkan tingkat kepuasan pada garis anggaran tertentu.
Ketika seseorang dihadapkan pada suatu garis anggaran tertentu dan ia hanya memiliki sejumlah uang. Maka sebagai solusi ia harus memilih kombinasi yang bisa mendapatakan kepuasan yang maksimum dengan menghabiskan seluruh dana yang tersedia.
b.      Minimalisasi garis anggran pada tingkat kepuasan tertentu.
Ketika seseorang telah merasa puas dengan hanya mengonsumsi sejumlah tertentu barang. Maka lebih baik ia menggunakan kombinasi yang memiliki kepuasan sama dengan yang lain namun menggunakan dana yang lebih rendah.
E.     Kemaslahatan
Menurut Islam tujuan konsumsi adalah untuk memperoleh maslahah terbesar, sehingga ia dapat mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat, dengan demikian ketika seseorang ingin mencapai kepuasan konsumsi yang diinginkan ia harus sesuai dengan ajaran islam, dan ada beberapa kaidah yang sesuai dengan Firman Allah diantaranya:
Æ(#qä9$s% äí÷Š$# $uZs9 y7­/u ûÎiüt7ム$uZ©9 $tB }Ïd 4 tA$s% ¼çm¯RÎ) ãAqà)tƒ $pk¨XÎ) ×ots)t/ žw ÖÚÍ$sù Ÿwur íõ3Î/ 8b#uqtã šú÷üt/ y7Ï9ºsŒ ( (#qè=yèøù$$sù $tB šcrãtB÷sè? ÇÏÑÈ
Mereka menjawab: " mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar dia menerangkan kepada Kami; sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu". (Al-Baqarah:68)
Ada juga hadits nabi yang mendukung mengenai tuntunan dalam melakukan konsumsi tersebut seperti:
“Makanlah, minimlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa kecongkakan dan berlebih-lebihan, karena sesungguhnya Allah suka melihat nikmat-Nya atas hamba-Nya.”
Kurva iso-maslahah (IM) menunjukkan kombinasi dua barang/jasa yang memberikan maslahah yang sama. Setiap manusia memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dan juga memiliki alternatif kombinasi barang dan jasa. Semakin tinggi kurva iso maslahah maka semakin banyak barang yang dapat di konsumsi. Dan ini berarti tingkat maslahah yang didapat juga semakin tinggi.
Dalam konsep islam semakin tinggi barang halal yang dikonsumsi maka akan lebih baik kepuasan yang didapatkan. Secara konseptual grafik untuk dua barang halal sama dengan peningkatan utility pada mikrokonvensional. Dan secara grafis fungsi maslahah antara dua barang halal dapat digambarkan sebagai berikut:
Halal X
Halal Y
0
 










                                                                                   
Dalam konsep islam sangat penting adanya pembagian jenis barang dan jasa antara yang haram dan halal. Oleh karena itu, penting untuk menggambarkan dalam satu fungsi maslahah. Tingkat maslahah untuk dua barang dimana salah satunya merupakan barang yang tidak diperkenankan dalam syariat islam atau suatu jenis barang yang tidak disukai digambarkan dengan kepuasan yang terbalik seakan diletakkan dicermin. Semakin sedikit barang yang tidak disukai atau diperkenankan akan memberikan tingkat maslahah yang tinggi.
Ketika menghadapi barang halal dan haram maka ada dua pilihan (corner solution):
a.       Maksimalisasi tingkat maslahah pada garis anggaran tertentu.
Konsumen akan semakin pemperbanyak konsumsinya atas barang halal dan mengurangi atau meninggalkan konsumsinya atas barang haram, sehingga tingkat maslahah akan semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya. Maka maslahah yang semakin tinggi didapat apabila terjadi pergeseran kurva kea rah kanan bawah.
b.      Minimalisasi garis anggaran pada tingkat maslahh tertentu.
Maka solusinya adalah konsumen semakin mengurangi garis anggarannya untuk mendapatkan tingkat maslahah tertentu atas barang haram X dan barang halal Y.
F.      Teori permintaan dalam Islam
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen, diantaranya adalah:
a.       Perubahan tingkat harga
Pendapatan akan berpengaruh terhadap permintaan karena ketika terjadi perubahan pada pendapatan riil maka akan terjadi kenaikan harga barang “x” dan pendapatan nominal tetap, maka pendapatan riil menurun akibatnya pembelian akan barang “x” akan berkurang, namun apabila harga-harga barang dianggap tetap maka akan mampu menaikkan permintaan konsumen dan keadaan ini berlaku bagi barang-barang umum atau barang normal.
Pengecualian akan terjadi untuk barang-barang inferior, dimana kenaikan pendapatan riil akan menurunkan permintaan terhadap barang tersebut.
b.      Perubahan harga barang lain
Perubahan harga barang akan merubah nilai guna marginal per rupiahnya. Perubahan harga Y bisa mempengaruhi permintaan akan barang X. Dalam grafik di bawah ini digambarkan bila harga barang Y turun, sementara harga barang X tetap maka akan terjadi pergeseran garis anggaran, dimana permintaan atas barang Y akan semakin meningkat.dan secara umum efek substitusi berarti bahwa apabila suatu barang naik, maka konsumen cenderung mengganti konsumsi barang lain dengan harga lebih murah, guna mendapatkan kepuasan setinggi-tingginya dengan pengeluaran rendah.


BAB III
KESIMPULAN

Dalam teori kepuasan konsumen konvensional dikenal dualitas,yakni “rasionalitas ekonomis” atau “utilitarianisme”. Dalam memaksimumkan kepuasan konsumen menggunakan kurva indeferensi yaitu kurva yag menjelaskan tingkat kepuasan konsumen atas mengonsumsi dua jenis produk barang, dimana semakin puas seseorang maka semakin tinggi pula kurva indeferensinya. Namun kepuasan konsumen itu sendiri memiliki batasan, dalam ekonomi konvensional batasannya adalah pendapatan yang dimiliki yang sering disenut dengan garis anggaran.
Sedangkan untuk kepuasan konsumen menurut Islam dalam memaksimumkan maslahahnya menggunakan kurva iso-maslahah (IM). Dalam kepuasan konsumen batasan yang dimilki seseorang tidak hanya dengan garis anggaran saja tapi juga dengan batasan syariat. Batasan syariat yang dimaksud disini adalah larangan mengonsumsi barang yang halal dan barang yang haram.
Dalam menonsumsi barang/ jasa satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah kehalalan dan jeharaman benda tersebut agar mencapai maslahah yang tinggi dan tidak lupa juga harus di dukung dengan anggaran yang memadai.










DAFTAR PUSTAKA
Rahardja, prathama dan Mandala Manurung., Teori Ekonomi mikro suatu pengantar, edisi keempat. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI, 2010
Karim, Adiwarman. A, Ekonomi Mikro Islami, edisi ketiga, cetakan keempat, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2007
Muhammad, ekonomi mikro dalam perspektif Islam, edisi pertama, Yogyakarta: BAFE Yogyakarta, 2004
Al Arif, M. Nur Rianto dan Euis Amalia, Teori Mikro Ekonomi suatu perbandingan ekonomi islam dan konvensional, Jakarta: Kencana Prenada media group, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar